Thursday, 1 May 2008

Ududh oh Ududh..


Seorang teman pernah bertanya, “emang kenapa kalo cewek merokok? Apa gara-gara image?”


Widih..pertanyaan ini mengguncang dunia persilatan.


Oke deh, saya jabarkan dalam sudut pandang saya.


Pemikiran masyarakat terikat dalam sebuah mind-set. Dan kadang mind-set itu sedikit kejam. Mau contoh? Contohnya adalah :


Seorang bapak berkata“Eh, setrikanya rusak nih! Kamu kan mahasiswa teknik Elektro. Benerin dong!” ternyata si Mahasiswa enggak bisa benerin. Apa kata si Bapak? “Malu-maluin, anak elektro kok enggak bisa betulin barang sepele kaya gini!” Ehm, nah dalam pikiran si Bapak terdapat sebuah hukum bahwa Mahasiswa Elektro pasti mahir dalam hal elektronika. Padahal: Belum tentu! Banyak juga hukum-hukum lain kaya : Orang teknik mesin pasti mahir di otomotif, anak ekonomi pasti pinter akuntansi. Padahal: BELUM TENTU! Inilah hukum masyarakat, kejam dan pukul rata.


Sama kasusnya pada cewek yang merokok. Udah jadi pandangan umum bagi masyarakat kalo ada cewek yang merokok berarti cewek enggak bener, imagenya jelek. Karena udah termind-set di masyarakat kalo yang pantas merokok itu cowok, cewek enggak pantes, dan cewek yang merokok adalah cewek enggak bener. Padahal : belum tentu! Hukum masyarakat Ini enggak bisa dipungkiri. Masyarakat mengambil beberapa sampel yang buruk, namun dipukul ratakan ke semua orang yang melakukannya. Masyarakat mengambil beberapa contoh cewek perokok yang enggak bener, dan melimpahkannya ke semua cewek perokok, terlepas dia cewek baik-baik ato cewek nakal. Mereka tetep dapet titel: cewek enggak bener, Itulah hukum masyarakat.


Masyarakat menilai dari luar, dan itu tidak proporsional. Di sinilah yang tidak adil. Padahal penampilan luar belum tentu mencerminkan hati. Roy Marten yang penampilannya elegan, ternyata pecandu. Penampilan luar tak selamanya mencerminkan dalemnya bukan?


Kembali ke pertanyaan awal, “Emang kenapa cewek merokok?” Nah, saya pernah iseng nanya ke Nana si Bendahara II hima. “Na, apa pendapat kamu tentang cewek merokok?” Dengan simple dia menjawab, “Yah, menurut saya dia adalah cewek yang enggak peduli dengan kesehatannya, Mas. Dan itu enggak cuma berlaku buat cewek, cowok merokok pun gitu. Berarti dia cowok yang enggak peduli dengan kesehatannya. Kalo masalah image, itu mind-set masyarakat aja, padahal belom tentu.” Gokil. Saya setuju banget ama Nana. Nana keren. Aku ngutang yah!


Saya sependapat abis ama Nana. Dan ada satu hal yang yang ingin saya tambahkan, bahwa hampir seluruh sikap dan prilaku manusia adalah hasil meniru. Bagaimana cara kita berpakaian, bagaimana cara kita berbicara, bagaimana cara kita berprilaku, disadari atau tidak merupakan hasil meniru orang lain. Dan sadar atau tidak, kita juga menjadi orang yang ditiru orang lain, ditiru oleh generasi dibawah kita, di tiru oleh adik-adik kita.


Merokok, sadar atau tidak adalah hasil meniru dari orang lain juga. Hidup itu ibarat ikatan rantai yang panjang dan kita sebagai manusia memegang mata rantai itu, kebiasaan jelek bakal turun temurun, bagitu juga kebiasaan baik. Nah, bisa dibilang merokok adalah kebiasaan jelek yang turun temurun. Cara mencegahnya adalah dengan memutus mata rantai ‘merokok’ itu. Karena kita ditiru, tentu kita harus manjadi contoh yang baik. 1000 langkah pasti dimulai dari 1 langkah. Dimulai dari diri kita sendiri, kita putus mata rantai yang jelek. Sehingga adek-adek kita, generasi dibawah kita, bakal nerima yang positif-positif aja.


Disini bukan berarti saya benci ama orang yang merokok. Bukan, bukan gitu. Kalo saya benci ama orang yang merokok, berarti saya benci ama bapak saya dong? Berarti saya benci ama temen-temen saya dong? Yah, bukan begitu. Saya tidak pernah membenci siapapun apalagi orang yang merokok. Saya hanya menyayangkan. Menyayangkan.


Busyet, tumben-tumbennya saya ngomong bener.


Yang benar datangnya dari Allah, dan yang salah datangnya dari saya pribadi sebagai makhluk lemah.


Ganti rokok dengan coki-coki

Abie with Love

3 comments :

supermightygal said...

hagh13x....
aku lupa mas abi pernah nanya gitu...
hohohohooo....

Anonymous said...

Traditionally, Ugg Boots rugby boots were of a high cut Uggs above the ankle to provide additional Cheap Ugg Boots ankle support. This was seen as appropriate Ugg Boots UK given the nature of the game,UGG Australia particularly the stresses of forward play, Ugg Boots Sale and the amount of physical contact involved and to provide protection against knocks

uni uniology said...

"Hidup itu ibarat ikatan rantai yang panjang dan kita sebagai manusia memegang mata rantai itu, kebiasaan jelek bakal turun temurun, bagitu juga kebiasaan baik."
waaah.. kak Abi yang ini mah daleeemm.. asik ah, mau kopi2...

hm.. uni juga setujuh banget tuh, bukannya benci ma orang yg merokok.. cuma menyayangkan... hoho...sayang banget gt loh.. ahhay!

N pesan moRal yaNg teraKhir tuh baek... gaNti roKok pake coki2.. lebih heMaT...ekonomis...