Tuesday, 21 October 2008

Teman Masa Kecil

Siapa yang tak gembira jika bertemu dengan teman yang terpisah kurang lebih sepuluh tahun? Oke, minimal mulai berhubungan lagi walo via telpun, sms, chatting ato burung merpati (hari gini masih ada yang pake merpati?).




Salah satunya saya. Sekadar pemberitahuan bahwa saya dahulu berdomisili di kota lhokseumawe, Aceh utara. Masa kecil saya habis di sana. Dari TK sampe SMP kelas 1, saya idup di sana.




Dulu saya hidup di sebuah kompleks milik PT KKA. Dan rumah di sana bagaikan surga, semuanya gratis! Listrik gratis, air gratis, napas gratis, semua gratis! Belum lagi siaran televisinya yang bisa nangkep saluran yang aneh-aneh, kaya TV3 malaysia, ato saluran2 TV kabel seperti cartoon Network, HBO, dan lain-lain. Tapi beruntung banget saluran AV Idol enggak ketangkep. Kalo ketangkep, bisa-bisa semua karyawan beralih profesi jadi pengusaha rumah bordil. Hehe…




Karena saya tinggal di lingkungan yang notabene banyak pendatangnya, entah itu dari jawa, sulawesi, ato yang lain, lingkungan kekeluargaan dalam komplek menjadi erat. Imbasnya juga ke kita-kita yang tak lain dan tak bukan memiliki peran penting sebagai anak karyawan. Dulu saya punya temn SD yang lucu-lucu kaya Andre, Icha, Ichi, Uwik, Sandi, Ari, Kika, Kiki, Zainal, Surya, Nana, dan lain-lain. Saya menghabiskan masa SD saya bersama mereka.




Setelah tamat di SD Pinus, saya ngelanjutin ke SMP PIM. Ada sembilan anak KKA yang terpilih untuk masuk ke SMP PIM, yaitu saya (sebagai siswa dengan NEM tertinggi di SD PINUS sekaligus siswa terganteng), Kika, Kiki, Uwik, Sandi, Icha, Ari, Ani, Reza. Selain itu saya dapet temen baru dari PIM, antara lain Rahman, Wulan, Riko, Wowok, Aulia, Dhita, Ilham, Tantri, dll. Sayang, kebersamaan kami terputus akibat GAM sialan, jelek, enggak imut, enggak asyik, cuih…




Kurang lebih Sepuluh tahun berlalu…




Saya berhubungan lagi dengan mereka. Terimakasih buat pencipta Internet dan HP, karena teknologi itu sangat membantu. Tak lupa pula saya ucapkan terimakasih buat pencipta es krim, karena dengan es krim hidup jadi semakin hidup. Halah..




Friendster membuat saya tahu gimana muka-muka mereka sekarang. Ternyata muka mereka udah berubah semua, ada sih yang masih mirip, tapi sebagian besar udah pada berubah! Muka-muka tua...cuma muka saya yang masih imut kaya Pokemon.


Ada kesan dari beberapa temen-temen yang masih nempel di ingetan saya, dan saya akhirnya bisa ketemu dengan mereka:

  1. Ichi : Dulu Item, kalo ngomong ngebut. Sekarang tetep item, dan kalo ngomong tetep ngebut. Anak kedokteran TRISAKTI. Bulan agustus kemaren saya ketemu, ternyata dia enggak berubah..tetep item. Item loe Chi..

  2. Icha:Dulu item, dan termasuk anak tinggi di Jamannya. Sekarang, wowowow...tubuhnya menyusut jadi mungil, dan kulitnya putih. Saya kalo ngeliat mukanya harus nunduk, ato kadang juga jongkok...hehe. Udah jadi sarjana Ekonomi IPB, tapi dengan kekuatan ingatan setara Disket.

  3. Rahman: Ini adalah temen SMP saya. Duduknya dulu tepat di belakang saya. Dulu dia lebih pendek dari saya, padahal dulu saya termasuk anak yang cebol. Dan sekarang? Dia tetep lebih pendek dari saya. Hueheheh...beliau masih makan skripsi di UNAIR

  4. Merry: Dulu waktu SMP dia udah berlabel ’sudah punya tunangan’ yang ternyata Merry sendiri lupa kevalidannya. Peringkat satu di kelas saya yang sialnya gagal saya rebut! Huh..tapi sekarang dia udah lulus. Kemaren saya ketemu di Bursa Kerja ITS dan dia kelihatan kaya embak-embak..

  5. Igen: Saya baru tahu kalo dia adalah temen SMP saya. Dia juga baru tahu kalo saya adalah temen SMPnya dia. Dan kita berdua baru tahu kalo ternyata satu kampus, satu jurusan pula! Nona ini cerewetnya bukan main. Diam-diam di malam hari sekitar jam sepuluhan, dari kejauhan –tepatnya di kos-kosan temen saya- saya pernah ngedapetin dia baru pulang kuliah, dia jalan bersama beberapa temannya dan di malam yang sunyi itu suara dia sangat MENDOMINASI! Tahu dong arti MENDOMINASI??



Saya ingin sekali ketemu temen-temen yang laen....


Saya sempet ngiri ama anak-anak PIM yang berhasil bikin reuni. Saya mikir, bisa enggak ya anak KKA reuni gitu..


Dalam kehampaan, tiba-tiba ada SMS dari Icha, tepatnya kalo enggak salah hari Rabu. Kira-kira begini isinya:



Dim besok sabtu ada reuni karyawan KKA lhow, kita anak-anaknya juga diajak, kan sekalian reuni. Ikut ya, Dim! Ajak bapak ama Ibu!’



Oh ya, Cha? Acaranya Dimana?’



‘Di Bandung’


Sodara-sodara sekalian, Icha melupakan detil yang sangat penting:

  1. Suarabaya-Bandung enggak sama dengan Monas-Gambir

  2. Tiket Kereta Api cukup menyiksa kantong mahasiswa

  3. Ibu saya banyak kerjaan

  4. Bapak saya kerja di Cilacap.

  5. waktu itu bukanlah waktu liburan

  6. Ke Bandung? Gila apa?


Huff, saya Cuma bisa doain agar temen-temen saya sukses semua.Yang mau nikah, semoga punya anak dua puluh dua, biar bisa tanding bola. Yang masih kuliah, cepetan lulus! Yang jomblo, cepetan cari pacar! Dan yang enggak jomblo, cariin saya PACAR!!


Kangen temen-temen

-Abie With Love-

Dua KAtak Vs Cinta

Alkisah, ada seorang pemuda ganteng..(oke-oke, itu memang saya) sedang sibuk menata persiapan acara buka puasa bareng terbesar tahun ini: SEPTEMBER CERIA HIMATEKTRO DAN LCEN. Acara ini dimaksudkan sebagai pembubaran fungsionaris Hima dan LCEN 2007/2008, sekaligus syukuran karena kita-kita telah melalui satu tahun kepengurusan dengan sangat-sangat keren...oke, ganteng!




Sekitar jam lima, ponsel sang pemuda ganteng (iya..iya..itu memang saya) bergetar. Sebagai manusia normal, tentunya sang pemuda ganteng bakal mengangkat telpon. Karena manusia tidak normal, jika mendapati ponselnya bergetar, dia langsung bakar mesjid.




Dan ternyata eh ternyata, ponsel sang pemuda ganteng ter-display sebuah nama yang selama ini ia tunggu dengan penuh kesabaran dan kegantengan. Apakah itu Sandra Dewi? Itu juga ditunggu-tunggu sih..tapi bukan dia! Apakah Bapak Kos? Tentu tidak, karena sangatlah tidak logis bagi mahasiswa kere yang belom bayar uang kos, menantikan telepon dari Bapak Kos! Trus siapa dong? Oke..ternyata yang menelpon adalah...jreng-jreng... Penerbit Bukune!!! Wowowowow....




Sekedar info, sang pemuda ganteng punya mimpi menjadi penulis cerita. Dan beberapa minggu yang lalu dia mengirimkan naskah ceritanya berjuduk Dua Katak Vs Cinta ke penerbit bukune.




Sore itu terjadi percakapan terpenting selama bulan Ramdhan di hidupnya:


Benar ini dengan xxxx?” (nama pemuda ganteng disamarkan demi kepentingan umat).


Bener.”


Ini dari penerbit bukune. Jadi, tadi kita habis rapat pemasaran dan naskah loe, bisa untuk terbit. Cuma, ada yang harus lo perbaiki. Lo ada kertas ma pulpen mungkin?”


Dengan hati tak menentu dan menahan pipis, sang pemuda ganteng berlari layaknya orangpanik gara-gara gempa bumi, menuju beberapa temennya.



eh..eh, ada kertas ma pulpen enggak?” Pinta sang pemuda ganteng.


Nih, tulis di sini aja..” Jawab Ayie, salah seorang temen si pemuda ganteng.


Ayie tanpa dosa berkatatulis di sini ajadengan jari telunjuk menunjuk (telunjuk menunjuk, berarti kalo jempol..menjempol..halah) sebuah BUKU TAMU! Otak sang pemuda ganteng yang masih tergolong waras menterjemahkan bahwa dirinya disuruh untuk menulis di BUKU TAMU! Nulis di Buku tamu?Gila apa ya???



Esti, salah satu teman sang pemuda ganteng yang tanggap, segera memberikan secarik kertas dan batu bata..maaf, pulpen. Serah terima kertas dilakukan dengan penuh haru. (oke, pada adegan ini memang saya dramatisir)


Setelah mendapatkan apa yang pemuda ganteng inginkan, dia langsung mencari posisi yang enak untuk pipis..ehem, untuk menulis arahan dari penerbit Bukune. Dan dia memilih satu tempat di luar gedung, di salah satu pojok, untuk menulis. Perlu di catat bahwa posisi badan sang pemuda ganteng saat itu adalah JONGKOK! Yang mana mungkin karena hal ini lah, banyak teman-teman sang pemuda ganteng berkomentar normal seperti:


Hei ngapain jongkok?’


woi, jangan mojok woi! Puasa!’



Sampai yang paling memacu nafsu membunuh:


Kamu jongkok kaya gitu kaya orang autis...’



Tapi sang pemuda tak peduli. Biarlah Anjing menggonggong, orang ganteng tetaplah ganteng..


Sang pemuda ganteng kemudian melanjutkan percakapan dengan penerbit Bukune.

Jadi menurut gue naskah lo masih...bla...bla..bla...jadi lo harus..bla..bla..bla..” Beliau menjelaskanbagian mana saja yang harus di revisi.


”Ooh..gitu ya, Mas? Hmm..ini dengan Mas siapa yah?”


Dan penerbit bukune menjawab, “Gue Radith..”


Pemuda ganteng bertanya lagi dengan penuh harapan, “ Radith? Raditya dika?’”


Iya...”



Wowowowowo... sang pemuda ganteng girang luar biasa. Rasanya ingin mencium siapapun! Sandra Dewi, Revalina, Zaskia Mecca, atau siapapun yang kece..! Hahaha..



Yah, sang pemuda ganteng sangat bersyukur. Dan semakin percaya bahwa, bulan Ramadhanadalah bulan penuh Berkah.



Orang yang baik adalah orang yang mau berbagi akan kegembiraannya. Dan orang pertama yang di hubungi sang pemuda ganteng terkait kabar gembira ini adalah Icha. Iya, itu tuh...si Annisa Yustia yang daya ingatnya setara disket 1.44 mega, kebanting sekali data langsung ilang semua. Hari ini diceritain tentangsi Andi bulu keteknya jarang-jarang’, besoknya dia nanya, ‘Andi tuh siapa yah?’. Dasar Icha...untung pemuda ganteng sabarnya amit-amit.




Oke fokus lagi, pertanyaannya adalah kenapa Icha yang pertama kali dihubungi? Yupz, tepat karena namaIchadipinjem sang pemuda ganteng untuk dipake sebagai nama pemeran utama wanita dalam naskah Dua Katak Vs Cinta. Icha yang jiwanya polos kaya anak bayi tikus mau-mau aja namanya di pake, padahal dia belum tahu kalo itu adalah KESLAHAN BESAR!!!! Hahahaha....


-PLAKK-


Sang pemuda ganteng menampar penulis dengan ember.


Boong, Cha! Boong! Make nama kamu bakal bikin buku gue best seller!” Sang pemuda gantengberteriak lantang.



Oke, sebagai penulis yang konsisten, walau abis ditampar pake ember, saya harus tetap menulis.


Sore itu terjadi percakapan antara Icha dan pemuda ganteng.


Cha, naskah gue diterima!”


“Wuooow..keren..trus-trus, berarti terbit dong?”


tergantung revisinya, Cha. Kalo revisinya lama, ya jadi lama terbitnya.”


Oooh...gitu. Ntar kalo udah terbit aku dikasih gratis yah?” Teman-teman, ini adalah sebuah bukti kalo wanita memang mau enaknya doang. Racun Dunia.


Karena pemuda ganteng sabarnya amit-amit, dia menjawab, ”Iya, entar gue kasih.”


Cihuy...!”


Cha, lo tau enggak editor gue sapa?”


Sapa?”


Radithya Dika!”


Beneran??”


Bener, Cha!!”


Iiih..keren! Eh, editor tuh apa?”


Pemuda ganteng geram, garuk-garuk aspal. Apakah Icha tidak bisa menganalisis sendiri. Editor berasal dari kata edit dan diberi –or. Edit berarti memperbaiki, dan –or menunjukkan orang. Jadi editor adalah orang yang memeriksa, dan memperbaiki naskah kita. CATET, CHA!


Lagi-lagi karena sang pemuda ganteng orangnya sabar banget, dia menjelaskan kalo naskahnyaakan diarahkan biar jadi lebih keren dan oke.


Beneran, editor lo Bang Radith?” Bang Radith? Hmmwanita meamgn suka sok akrab.


Bener.”


Mau dong nomor telponnya...” Tuh, kan? Wanita Cuma mau enaknya doang..



Yah, bagi pemuda ganteng tanggal 23 September 2008 adalah hari yang tak boleh dilupakan, karena siapa tahu di titik itu dia bisa jadi penulis yang oke!


Amiin.




-Bakalan terbit-

Abie With Love