Thursday, 12 February 2009

Cara menerbitkan Buku

Semenjak Gorilove terbit, banyak pembaca yang sebagian juga sekaligus penulis bertanya ama saya. “Bi, gimana sih caranya bikin bolu kukus pake batu bata?”


Hehe..bukan. Ini pertanyaannya: Gimana sih caranya nerbitin buku?


Pertanyaan mereka sama seperti pertanyaan saya waktu masih duduk di semester dua. Dulu saya berpikir bahwa nerbitin buku tuh prosedurnya ribet en ruwet bin complicated. Ternyata tidak sodara-sodara, nerbitin buku jauh lebih mudah daripada menggotong Ade Rai keliling lapangan. Di sini saya akan membagi pengalaman saya tentang, ya nerbitin buku lah ya…


Secara umum ada dua cara nerbitin buku:
1. Menerbitkan karya kita sendiri (indie label)
2. Mengajukan karya kita ke penerbit
Dengan indie label, segala macam proses penerbitan dan biaya penerbitan kita yang menanggung. Dari penulisan karya, percetakan, penyebaran atau distribusi buku, promosi buku, semua kita yang menanggung. Memang cara ini memerlukan biaya yang banyak, namun keuntungan yang kita dapat jauuuh lebih besar daripada mengirimkan karya kita ke penerbit. Mungkin cara ini lebih cocok untuk seseorang yang memiliki budget keuangan lebih. Hehehe….


Paling banyak, penulis menerbitkan karyanya melalui cara ke dua yakni lewat penerbit, dan ini juga yang saya lakukan dalam menerbitkan Gorilove. Untuk itu, saya akan lebih menjelaskan tentang cara ke dua ini.


Inilah proses-proses yang harus kita lalui:


1. Menulis.
Iyalah ya..logis banget. Kalo mau nerbitin buku ya nulislah….masa membajak sawah?? Yah, pkoknya ekspresikan jiwa kita dengan tulisan!! Hohoho


2. Memilih penerbit
Setelah kita menyelesaikan karya kita, kini saatnya untuk memilih penerbit yang cocok dengan karya kita. Kalo karya kita adalah novel remaja, jangan pernah mengirimkan ke penrbit dengan segmen tani. Jangan! apalagi dikirim ke tukang nasi uduk, jangan! Entar malah dijadiin bungkus nasi… Pilihlah penerbit yang cocok ama karya kita. Gimana caranya? Coba jalan-jalan ke toko buku, cari buku yang setipe ama karya kita dan lihat nama penerbitnya. Kalo perlu catet alamat lengkap dan websitenya. Selain itu, kini ada yang namanya internet. Nah carilah di Internet, manfaatkanlah kemudahan itu untuk mencari penerbit-penerbit yang eksis di Indonesia.


3. Mengirimkan naskah
Setelah memilih penerbit yang cocok, perhatikan syarat-syarat atau prosedur pengiriman naskah yang ditetapkan oleh penerbit. Setiap penerbit punya prosedur yang berbeda-beda. Ada yang meminta naskah berupa print out, ada pula yang cukup dikirim via e-mail. Macam-macam, tergantung penerbitnya. Sebagai gambaran, contoh prosedurnya adalah sebagai berikut:
- Jenis huruf Times New Roman, spasi 1.5, minimal 80 halaman A4
- Margin standar
- Karya asli belum pernah dipublikasikan
- Tidak menyinggung SARA
- Naskah bias dikirim ke: (alamat penerbit)
- Dll
Dimana kita bisa mendapatkan informasi ini? Yah, kita bisa mendapatkannya dengan cara menghubungi penerbit dan bertanya langsung, atau membuka website penerbit. Oya, dalam mengirimkan naskah jangan lupa melampirkan semacam proposal yang menjelaskan isi naskah kita. Dan jangan melampirkan sebungkis nasi goreng karena dijamin basi ketika nyampe di penerbit…hehehe…becanda.


4. Menunggu
Iya, menunggu. Menunggu jawaban penerbit. Setelah kita mengirimkan naskah kita, penerbit akan mempelajari dan akan memberikan konfirasi apakah naskah kita layak terbit atau tidak.


5. Jika diterima?
Jika naskah kita diterima, kita harus bersyukur (ya iyalah). Kemudian dari sini proses selanjtnya akan dimulai. Dari editing, kontrak, sampe pencetakan, dan akhirnya buku kita mejeng di took buku.


6. Jika ditolak?
Jangan menyerah kawan, dunia belum berakhir. Tetap menulis dan menulis!!!



Semoga sedikit postingan ini berguna..hehehe

_Abie With Love_

Wednesday, 11 February 2009

Para Pembaca Gorilove

ternyata ada juga ya, yang mau baca Gorilove..hehehe

terbukti ada satu pembaca saya bernama Thomas Sri Wijanarko.
pria tampan (katanya dia sih) ini bekerja di bali. dan saya berterimakasih banget dia memberikan beberapa poto2nya bersama gorilove di sana. Sebuah apresiasi yang sangat membanggakan buat saya pribadi. Lucu Pula. Dia memberi judul : Cerita Perjalanan Gorilove ke seluruh dunia untuk menyebarkan Kebahagiaan, Senyum, Tawa, dan Canda.

Ini dia.


(si Thomas lagi nampang)


(ada-ada aje...)


(hahaha...aneh)


(di akhir perjalanan...)

yah, itulah petualangan si GOriloVe yang aneh2. hahaha.. Thanks Thom, semoga dirimu semakin ganteng.

Selain itu, saya berhasil dapetin dua poto lain dari pembaca. Ini dia:


(nah..kalo yang udah baca Gorilove, tau dong yg namanya kak cecil? Yak, inilah...orang itu! Dia ketua osis di SMP PIM dulu..yang suka menggojlok saya...kyaaaaaa)


(nah, kalo ini ternyata temen2 dulu di SMP PIM..hehe lg nostalgia mereka!)

Oke, segitu dulu potjo2nya...
bagi pembaca yang mau potonya saya posting, bisa kirimin ke e-mail saya..

hehehe....

terimakasih buat PAra Pembaca!!!!!


_Pembaca Keren_
Abie With Love