Wednesday, 27 October 2010

Obrolan Pagi

Menjelang ujian saya menggulirkan obrolan kecil dengan seorang teman, hitung-hitung mengurangi ketegangan.

Saya : Bar, tadi malam tidur jam berapa?
Akbar : Jam 8..

Okey, mungkin agak berbeda dengan teman-teman kebanyakan yang tidur lebih malam untuk belajar. Mungkin Akbar punya strategi lain...

Saya : Buseet..
Akbar : Tapi jam setengah empat gua bagun..
Saya : Belajar?
Akbar : Sholat ISYA!
Saya : .....


Semoga kita semua lulus program PPS ini. BISA!!!

Pasti Bisa
_Abie with love_

Sunday, 30 May 2010

Balada MacGyver kecil

Masih ingat serial Macgyver?Serial legendaris tentang Si cerdas yang mampu mengatasi tekanan teknis apapun dengan pisau lipat merahnya. Nah, saya punya sedikit rahasia tentang masa kecilnya, mau tau?? Bayar dulu..


Dikisahkan Maggie (panggilan sayang macgyver), yang kala itu berusia kira-kira 10 tahun, sedang asyik-asyiknya main engklek sama sohib dekatnya, Cinta Lauren: gadis bule berambut pirang yang diprediksi bakal menjadi artis tenar di masa yang akan datang..


“Maggie, sekarang choba khamu lemparr itcu batchu..” ujar cinta genit dengan mata dikedip-kedipkan 10 kali.


Sebelum melempar batu, Maggie melakukan perhitungan kecil-kecilan terkait sudut elevasi optimum yg bakal menghasilkan lemparan yang tepat sasaran, jiwa kritis analitis solutif memang telah mendarah daging dari kecil.


“Maggie, what are you doing? Eta batuna dilempar geura…”


Maggie melongo.


“Sebentar Cin, saya masih menghitung sudut elevasi optimumnya.” Dan batupun dilempar, Maggie hanya menghitung sudut elevasi optimum, namun ia lupa menghitung gaya yang harus ia keluarkan untuk lemparan itu, akibatnya batu melayang ke semak-semak. Maggie mendapat pelajaran berharga.


“Nah eta, makan tuh elevasi optimum!”


Maggie berlari menuju semak-semak, untuk mencari batu itu tentunya, bukan bikin kue. (ngapain bikin kue di semak2?). Tapi bukan batu yang ia temukan, melainkan kantong plastik hitam yang berisi suatu benda. Jiwa ingin tahu Maggie bergejolak, Maggie mengambil plastik itu dan menunjukkan pada Cinta.


“What is that, Maggie?? Covered rice??”

“Hah?”

“NASI BUNGKUS!”

“oh, bukan cin. Keras-keras gitu isinya. Coba kita buka yah..”


Maggie membuka plastik itu dan terhenyak luar biasa. Di dalamnya terdapat kotak elektronik, dengan jam digital tertempel di sisi depan. Cinta dan Maggie mengambil kesimpulan yang sama: IT’S A BOM!!!


Cinta panik luar dalam, garuk-garuk kepala dengan arah yang tidak simetris, sesekali salto dan berjalan mengangkang. PANIK! Bagaimana dengan Maggie? Dia hanya menarik napas dalam-dalam dan mencari solusi dengan tenang. Dikeluarkanlah pisau lipat warna merah yang ia beli dari abang-abang di pinggir jalan. Maggie bongkar kotak itu untuk melihat isinya. Dirinya dihadapkan pada dua kabel, kabel merah dan kabel biru. Dia harus memilih, taruhanya cuma satu…nyawa.


“Cin, berhenti dulu coba saltonya, coba ke sini bantuin saya..”

“Hosh..hosh..Oke, what can I do for you..” Cinta mendekat perlahan, masih takut, menahan ompol.

“Kira-kira kabel merah apa biru ya?”

“Ah…teu ngarti! Sok atuh dipikir sendiri!”


Maggie bengong sejenak, kemudian berpikir lagi. Sedangkan cinta salto lagi ke belakang.


Gila, saya harus ambil keputusan! Do or die! Coba saya bongkar lebih dalam untuk memeriksa koneksinya.


Maggie membongkar kotak itu lebih dalam, kini kotak itu terlihat seperti emping terlindas bus trans jakarta. Maggie terus menganalisa, dia mengemban beban yang sangat berat: kehidupan! Maggie terus berpikir dengan keras, hingga keringatnya menetes. Dia masih ragu untuk memilih, ini adalah pilihan tersulit dalam hidupnya. Dan ini juga merupakan salto terbanyak dalam hidup Cinta.


Maggie memandang pisau lipatnya, warna merah. Maggie mencoba berpikir diluar akal logika tentang mengapa pisau lipatnya berwarna merah. Dia mendapatkan jawaban dari hatinya, bahwa pisau merah miliknya merupakan petunjuk untuk permasalahan ini: KABEL MERAH! Dengan taruhan yang sangat tinggi, Maggie segera memotong kabel merah. YAH! MERAH! Cinta memekik tertahan, bukan karena takut bom meledak, namun karena salah urat gara-gara kebanyakan salto.


Maggie memejamkan matanya, menyiapkan diri kalau BOM meledak seketika. Detik berlalu dan ledakan tidak muncul, dan itu artinya Maggie berhasil! Maggie dan Cinta benar-benar lega, mereka melompat penuh keriangan. Seperti telah mengalahkan 24105130 juta penjajah asing. Ini adalah momen paling bahagia dalam hidupnya, Maggie telah menyelamatkan KOTA!!!


“EH, MAGGIE!!!” kakek Maggie berjalan cepat dengan mata melotot penuh amarah ke arah Maggie. Kakek Maggie memang terkenal paling galak di kota itu, keahliannya adalah memarahi secara sadis orang-orang tanpa memandang usia. Maggie bingung. Tanpa ba-bi-bu si kakek menjewer kuping Maggie dan Cinta. Maggie tidak terima, kakek tidak tahu bahwa dia telah menyelamatkan kota!!


“KAKEK! Kenapa kakek menjewer telinga saya?? Apa kakek tidak tahu kalau saya telah menyelamatkan kota dari ledakan BOM!!”


“BOM pala lu ijo! ITu radio baru gue kenapa jadi daging cincang?! Anak kampret!!”


*****

Apakah ada yang aneh dari cerita ini? Banyaaak!! Salah satunya, kenapa si kakek nyimpen radio baru di semak-semak?? Sakit jiwa…

Monday, 22 February 2010

The Brothers 'Elu elu elu lagi...kamu kamu kamu lagi..'

"Hai Fer!"
"Bukan...hiks" *nangis2

Ini adalah percakapan yang sering sekali terjadi dalam hidup saya akhir-akhir ini. Konon kabarnya saya memiliki sodara kembar yang terpisah ruang dan waktu. Lebih tepatnya sejumlah besar teman-teman PPS meng-klaim seseorang pria bernama Ferry Irawan adalah sodara kembar Dimas Abi. Dan itu berlaku sebaliknya.

(ferry Irawan) kalo ini mah ngarep..

Sebagian besar berpendapat kalau Ferry dan Saya identik. Padahal kami berdua lebih merasa mirip Brad Pitt (Asoy!). Realita inilah yang membuat nama kami sering ketuker-tuker. Kerap sekali terdengar percakapan seperti ini:

Setting: di lift.

Saya : "Lantai berapa?"
Gadis :"Lantai empat."
Saya : "Oke.." *saya pencet tombol nomor 4 pake jempol. Bukan, bukan jempol kaki.
"......."
*Pintu lift terbuka*
Si gadis tersenyum seraya berkata. "Duluan ya, Fer.."
Saya : "......" *garuk-garuk lantai.

******************************

Setting: Ruang makan

Saya : Kok dikit benget makannya?"
Gadis II : Iya, lagi diet...
Saya : Oooh...
Gadis II : Lu juga dikit makannya, Fer.
Abi : ....... *gigit jempol sendiri.

******************************

Setting : Lift 'lagi'

Mamo : Lu ngapain disitu?
Gadis 3 : Biarin, dipojok kan enak. Ya enggak, Fer?"
Saya : ....... *Jedotin kepala ke pundak orang lain

*********************************

Setting: Ruang makan. 'lagi'

Novi : Iiih..Peri ama Abi teh jangan suka deket-deket. Suka susah ngebedaiinnyah... *nyengir biawak.
Ferry : Pindah GUA! *gondok trus ngacir.
Saya : ...... *Makan lontong kikil (uda biasa digituin)

Oke, sodara-sodara lewat tulisan saya kali ini akan saya perjelas yang mana Ferry, dan yang mana Abie. Agar untuk kedepannya tidak terjadi kesalahpahaman yang berdampak sistemik. (Asoy!)

Inilah dia Ferry :



Ups, maaf...kalo yang ini Alex Sitohang, adek kandung Choky Sitohang tapi beda ibu ama bapak (nah loh??)

Ah, mending ente liat sendiri deh derajat kemiripannya :



CATET YE, mana Ferry mana ABI...

Tapi emang mirip ya? ahahahaha.....

_The Brothers_
Abie With Love




Saturday, 13 February 2010

SUMPAH PEMUDA

Bahasa daerah di indonesia menarik sekali untuk ditelaah. Setidaknya oleh saya. (beberapa yang lain lebih suka menelaah alasan logis dibalik pewarnaan jambul azis gagap yang kalo dilihat dari jauh kaya lakban ditempel di kepala). Nah, maestro rhoma irama dalam lagunya 'pengorbanan' menggambarkan bahwa negara kita sangatlah kaya akan bahasa. Ada sunda; ada jawa,aceh, padang, batak! Dan banyak lagi yg lainnya...Heey. Hmm..wait..itu judul lagunya 'pengorbanan'? lupakan. Ternyata banyak istilah daerah yang pemakaiannya dapat menimbulkan salah pengertian. Saya ambil contoh: cengek. Nah, istilah ini berasal dari bahasa sunda yang artinya CABE RAWIT. Bayangkan jika anda sedang berjalan di rumah sakit sembari makan tahu isi. Tentunya makan tahu sangat nikmat jika ditambah cabe rawit. Ditengah jalan anda bertemu dg suster dan bertanya, 'misi..saya butuh cengek 3 ons. dimana saya bisa mendapatkanya?' Niscaya sang suster akan mengantarkan anda ke dokter THT dan anda akan diberi lima ons...ehem. Cabe dalam bahasa jawa adalah LOMBOK. Bayangkan Jika anda melakukan perjalanan melewati kota mojokerto dan bertanya: 'mas, lombok ke arah mana ya?' Niscaya jika anda mengikuti petunjuknya, anda akan berujung pada kebun cabe. Itu masih untung, paling sial anda akan sampai di pasar tradisional dimana banyak sekali preman bertato naga..hiiy eike atuut. ehem. APA hikmah dari semua ini? yah.benar. fungsi bahasa indonesia sebagai pemersatu sangat terasa disini. Dengan menggunakan b.indonesia, salah pengertian tidak mungkin terjadi. Melalui tulisan ini saya hanya ingin mengucapkan: SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA! ___ mas-mas, ini bukan hari sumpah pemuda, ini IMLEK!___ OH, YA??

Saturday, 30 January 2010

New path of life

Salam Pramuka..

Alhamdulillah, setelah menjalani masa jobseeking yang bikin perut ama kepala tuker posisi, akhirnya saya diterima di sebuah perusahaan BUMN terkemuka di Indonesia, yaitu bank BRI. Bank BRI ya, bukan bank samiun...

Tau kan bank BRI? yang ga tau segera mandi kembang tujuh rupa terus tiduran di rel gambir sambil tereak ribut...

balik ke topik.
Nah,padahal kan saya anak elektro? kok di Bank?

aha! pertanyaan bagus dari saya sendiri...

jadi begini teman-teman, seperti yang telah kita ketahu bersama bahwa bulan desember saya habiskan untuk jobseeking di bandung. Niatnya sih ngejar PLN, balas dendam atas kegagalan di surabaya. Namun ketika melihat stan BRI, hati saya tertambat. Seolah-olah di sana ada Ishihara Satomi yang melambai, 'Abiii..siniii..siii...niii..'

memang, hari itu stan BRI terlihat paling berjubel. Persis orang-orang antri air bersih di daerah gunung kidul. Melihat fenomena itu, saya menunda untuk memasukkan lamaran ke sana, dan pulang ke surabaya. Ya enggaklah... saya memutuskan memasukkan lamaran di sore hari, dengan prediksi bahwa Stan BRI akan sepi di kala sore. Dan benar saja, memang sepi wili wili...

Posisi yang saya lamar adalah management trainee, atau bahasa BRInya adalah program pengembangan staff (PPS). Jadi peserta program ini akan mnjalani pendidikan selama 9 bulan. Jika hasilnya memenuhi syarat, maka diujung program kita akan ditetapkn sebagai pegawai BRI. Ada 1000 alasan mengapa saya tertarik ikut PPS:
1. saya bakal dapet ilmu baru
2. ilmu baru bakal saya dapatkan
3. saya akan mendapatkan ilmu baru.
.
.
.
1000. kayanya saya bakal dapet ilmu baru deh..

Tanpa pikir panjang, saya coba saja, dan alhamdulillah berhasil! memang bertentangan erat dengan background kuliah saya, saya bakal sedikit banyak kesulitan mempelajari ilmu perbankan, karena ini benar-benar baru...tapi disitulah letak keasyikannya! Disitulah letak tantangannya! ibaratnya saya menemukan game baru, dan berusaha dengan gila untuk menamatkannya..wow..

Setelah dua mingguan ini apa yang saya rasakan? saya semakin bersemangat. itu saja.

Oke, kalau nyari yang lucu-lucu mungkin enggak ada di postingan kali ini..hehehe. segini aja tulisan saya, mohon maaf jarang di update, tapi percayalah..saya masih seorang penulis...yang ganteng.

sekarang saatnya menikmati...my new path of life.

NB: buat yg mau bakar blog saya, enggak masalah. Asal saya dikasih tahu caranya ngebakar blog..yah yah yah..plis plis

_gundul lagi_
Abie with love