Monday, 7 May 2012

M I R I S

Beberapa waktu belakangan, saya sering banget ngetwit dengan hastag #miris. Yah, enggak sampe jadi trending topic juga sih, orang follower cuma beberapa biji. Cuma menjadi hal yang menarik aja ketika saya mendapati kenyataan yang mungkin enggak sesuai dengan harapan. Itu bisa terjadi di diri saya, maupun orang di sekitar saya. Singkat cerita, kita tinjau beberapa kasus yang terjadi belakangan ini:

#MIRIS 1.
Sekadar info, gedung tempat saya kerja merupakan gudangnya wanita cantik. Wajarlah ya, namanya juga Bank. Pernah ada seorang karyawati mendatangi cubicle saya. Kalo dideskripsikan, fisik wanita ini memenuhi segala persyaratan untuk menjadi model sabun muka pada sesi 'After'. Beda ama saya yang biasanya jadi model iklan deodoran bagian bulu ketek. 
Sebagai lelaki, saya harus tampil cool dan berwibawa dong di depan beliau, secara dia cantik loh, catet.
Karyawati Cantik :"Misi mas.."
Saya : "Ada yang bisa saya bantu?" * Nada suara diberat-beratin karena menurut survey, suara berat pada pria itu  menunjukkan tingkat machonya seseorang... selain karena flu.
Karyawati Cantik : "Saya mau nanya, Mas".
Aha, sang karyawati datang pada orang yang tepat. Dia bertanya 1, saya akan menjawab 1000. Dengan begitu nilai saya akan bertambah.
Saya : "Bisa mbak, mau nanya apa? saya pasti bakal menjawab". *kepercayaan diri itu perlu sob.
Karyawati  : "Hmm, kalo mau update data suami di mana ya?"
Saya : ......... *ngumpulin pecahan hati yang berserakan. 

#MIRIS 2
Di perusahaan tempat saya kerja, ada dua jenis program management trainee (MT): MT eksternal dan MT Internal. Kalo eksternal itu berasal dari fresh graduate, kalo internal berasal dari pegawai pelaksana yang menginginkan jenjang karir ditataran management. Secara fisik, perbedaan keduanya sangatlah jelas. Eksternal : muda, kisaran usia 22-25 tahun. Internal : udah punya anak tiga. Alkisah saya kebagian ngajar ketika para MT melakukan kunjungan ke Divisi SDM tempat saya gawe.
Saya : "Selamat siang semua. Santai aja ya, enggak usah tegang. Santai, santai. Kita sharing aja di sini." *ungkapan ini biasa digunakan dokter waktu mau nyuntik pasien.
MT : "......"
Saya : "Oke, biar lebih santai. Perkenalan dulu kali ya. Kamu dari internal ya?" *nunjuk salah satu MT.
MT yg ditunjuk : "......"
Saya : "Ya kan? internal kan?"
MT yg ditunjuk : "E-eksternal, mas. Saya kuliah angkatan 2006."
Saya : ..... Ooh.... * Mati gaya

langsung deh saya ngetwit : lahir 86 muka 76 #miris

#MIRIS 3
Udah tau dong kalo saya baru aja ngerilis satu novel? Judulnya Detektif Sekolah. Nah, ketika weekend datang, saya sempatkan untuk maen ke salah satu toko buku terbesar di Jakarta. Ngecek stock ceritanya. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, saya melihat beberapa orang remaja yang sedang berdiri di rak Novel. Otak saya berpikir, ini adalah peluang! Secara novel saya ada di rak itu juga.
Saya : "dam.. daradam...dam..." *jalan mendekati rak Novel, kemudian mengambil novel saya sendiri.
Para Remaja : "......." *masih fokus ke buku yang lain.
Saya : "Mppff.... mppff.." *nahan ketawa baca cuplikan buku saya sendiri. "lucu banget nih.."
Para Remaja : "......."
Saya : "Mppff...mpfff.."
Para Remaja : "Eh, cabut yuk, belum ada buku yang bagus!" *dan mereka berlalu.
Saya : "......" *nahan nangis.

Pasti kamu-kamu juga pernah mengalami ke-miris-an dalam hidupmu, atau mungkin hidup orang lain. Ketika kamu mendapati kemirisan di dalam hidupmu, janganlah bermuram durja, cukup ngetwit aja. Ketika kamu mendapati kemirisan di dalam hidup orang lain, jangan ditertawakan, cukup ngetwit aja. Hidup #miris!


Sering Miris
_Abie With Love_