Monday, 20 January 2014

Bini dan Instagram


Sejak kemunculan instagram, penduduk dunia seolah terbius dan rame-rame download aplikasi itu. Hingga detik ini, jumlah penggunanya udah luar biasa banyak kaya fansnya Wali. Kalo enggak percaya itung sendiri. Hal itu seenggaknya membuktikan kalau narsis adalah kebutuhan primer buat manusia. Dan kedatangan aplikasi sharing kenarsisan itu tanpa disadari menyentuh prilaku kita sehari-hari. 

Termasuk prilaku istri saya alias si bini.

Setelah puas menjalani hobi bikin cerpen di status Facebook dan di-like sendiri, mungkin ada baiknya nyoba social media yang satu ini pikirnya.

Tau hp Samsung galaxy jadulnya itu recommended untuk diinstall instagram, doski langsung install tanpa izin. *lah, ngapain juga install pake izin. Setelah itu bisa ditebak, si bini langsung upload beberapa fotonya sendiri dan di-like sendiri. *di-like sendiri mamen, enggak ngerti dah gue.

Tapi akhir-akhir ini, si bini udah jarang megang HPnya itu. Dia lebih milih megang galaxy tab punya saya dan ngebuka instagram di sana. Hati ini tergelitik untuk bertanya,

“Kok sekarang jarang buka instagram di HP kamu sih?”
“Enak ini, Mas. Layarnya gede.”
“Oh.”

Logis.

Tapi setelah diperhatikan, ternyata si bini enggak buka akun instagram miliknya, tapi akun saya!
 
Mampus, jangan-jangan si bini curiga kalo saya melakukan hal-hal yang mengundang piring beterbangan. Saya lihat si bini kemudian ketawa-ketiwi sendiri. Fyuh, pertanda baik, enggak ada piring yang melayang malam ini.

Prilaku ini berlanjut tiap hari. Saya penasaran dong, apa sih yang bikin si bini gandrung bener sama akun saya. Saya ambil galaxy tab, dan langsung ngecek timeline. Saya terhenyak sodara-sodara,

“Ndut, ini kenapa timeline aku isinya jadi foto sepatu ama tas semua?”

Si bini nyengir. Ternyata doski follow banyak banget akun online shop.

“Kenapa follownya enggak pake akun kamu aja?”
“Ribet, Mas. Harus log out, log in.”
“Yaelah, apa susahnya sih.”
“Aku lupa passwordnya, Mas.”
“Oke.” *mati kutu.

Kemudian saya mempertanyakan kenapa harus follow akun online shop sebanyak itu.

“Buat inspirasi bisnis, Mas.”
“…..”
“Yang ini lucu lho, Mas. Murah lagi, aku beli ya.”
“…..”

Sekarang si bini udah bosan ngelihat akun instagram saya. Selain karena akun-akun online shopnya udah saya unfollow, dia bosan ngelihat timeline saya yang monoton.

“Mas, bosen aku lihat instagram kamu. Isinya kalo enggak Sandra Dewi, ya Pevita Pearce. Ini lagi, ngapain kamu follow Kim Kadarsih.”

Hah? Kim Kadarsih?
 
Mendengar itu secara reflek otak saya membayangkan Titi Qadarsih. Tau enggak Titi Qadarsih? Nih.
sumber di sini


Setelah saya cek, saya menolak pernyataan si bini dengan tegas.
“Ini Kim Kardashian, bukan Kim Kadarsih.”
“Ah, ya itulah pokoknya.” Jawab si bini sambil ngeloyor pergi.
“…..”

Dan sekarang si bini punya mainan baru; Path.


_Bini oh Bini_
Abie With Love