Saturday, 8 February 2014

(Review) Comic 8

Film yang satu ini udah beredar sejak akhir Januari kemarin dan hingga saat ini jumlah penontonnya bikin rekor tersendiri. Di saat geliat film komedi gitu-gitu aja, comic 8 datang dan mengacak-acak bioskop di tanah air. Berita baik untuk kita semua tentunya, dan sebagai penulis fiksi komedi (sedap!) kayanya berdosa kalau saya enggak me-review film ini.
 sumber: di sini

Saya akan me-review film ini sebagai penonton, bukan sebagai kritikus film, karena ilmu saya tentang dunia layar lebar masih cetek kaya nilai mata kuliah Rangkaian Listrik saya dulu. Ehm,

Secara garis besar, film ini menceritakan 3 kelompok pemuda yang tak saling kenal satu sama lain, memiliki latar belakang kehidupan yang beda, namun memiliki niat yang sama di hari yang sama; merampok bank! Walau awalnya mereka berseteru, mereka akhirnya bersatu untuk kabur dari kepungan polisi. Sebuah konsep cerita yang sangat jelas dan menarik untuk sebuah film komedi. 

Cerita Comic 8 semakin menggigit karena dibalur dengan alur maju-mundur yang pas, membuat kita enggak hanya menikmatinya tapi juga berpikir. Dan kabar baik untuk pecinta twist pada film, Comic 8 juga menyajikannya! Hey, twist dalam film komedi? Film komedi indonesia? Ya, bagi saya, ini adalah sesuatu yang gokil.

Comic 8 membawa 8 komika yang sering wara-wiri di Kompas TV & Metro TV sebagai pemeran utamanya (Fico, Babe, Bintang, Ernest, Arie Kriting, Kemal, Mongol, & Mudy). 8 Orang mamen, itu jumlah yang banyak dan sangat beresiko. Kalau eksekusinya baik, hasilnya The Avangers. Kalau eksekusinya buruk, hasilnya Boyband Boyzone; yang nyanyi 1 orang, yang lain backing vocal. Dan untuk comic 8 eksekusinya cukup baik, walau belum sempurna. Dominasi karakter kadang masih terasa, but that's okay. Usaha Anggy Umbara patut diapresiasi.

Kalo ngelihat adegan tembak-tembakan di dalamnya, kerasa banget kalau film ini digarap dengan serius. Film action banget. Tapi sayang ada satu hal yang rada mengganggu, kenapa dengan segitu brutalnya tembak-tembakan, enggak ada satupun yang kena sasaran? hehe... 

Secara umum konten komedi yang mereka mainkan sukses membuat saya tergelak walau masih ada yang nanggung. Banyak sindiran-sindiran kehidupan yang mampu bikin kita mengangguk geli. Kalau diizinkan memilih, sorotan  layak dilayangkan untuk Babe Cabiita. Setiap gerakan, ucapan, bahkan mungkin setiap nafasnya bikin kita ngakak. Doski tampil oke. 
sumber: di sini
Butuh lem prangko? Tempelin aje ke Babe!

Bagaimana dengan Nikita Mirzani? Yang banyak dibahas anak-anak netizen itu? Sayang sekali, enggak saya bahas. Saya nge-review film, bukan infotainment. Hehe... saran saya sih, tontonlah film sebagai sebuah film, karena dengan itu kita jadi bisa lebih menikmatinya. Setuju? :)

So, ini sebuah awal yang baik untuk dunia perfilman komedi Indonesia. Konsep cerita apik, cast mumpuni, eksekusi oke. Film komedi indonesia butuh kesegaran semacam ini. So, mumpung layar bioskop masih rame yang mutar film ini, buruan nonton Coy.


Review Awam
_Abie with Love_