Tuesday, 25 March 2014

Project: Blog & Novel

Salam gaul!
 
Saya lagi ngerjain dua project solo nih. Bukan, bukan di bidang tarik suara. Bukan juga di bidang tata boga, apa lagi di bidang konstruksi bangunan.
 
Yes, it’s all about writing. Writing to make people smile.
 
Project pertama, Blog.
Saya udah ngeblog sejak maret 2008. Yoi, sejak enam tahun yang lalu, Men. Dan kalau dipandang dari segi umur, ini blog udah termasuk uzur. Yang saya sayangkan, keuzurannya enggak dibarengi dengan produktivitas maksimal. Saya update blog seluangnya aja, kadang sebulan bisa banyak, kadang hiatus berbulan-bulan. Rekor terburuk di tahun 2013, saya cuma posting dua tulisan! Sayang sekali.
 
Tapi, enggak ada kata terlambat untuk berubah kan? So, mulai saat ini saya menata komitmen untuk  meramaikan kembali blog saya yang unyu-unyu seksi inih. Sebagai langkah awal, tampilan blog saya bikin lebih segar. Iya sih, masih pake fasilitas template asli blogger, dan saya cuma ngedit warna aja, tapi perubahan sekecil apapun tetap bikin rasa yang berbeda kan? Saya juga udah bikin banner yang baru. Tuh liat di atas, asoy ga? Cakep kan? Makasih. *ngasih lima ribu.
 
Nah, perubahan paling signifikan adalah: Saya udah punya nama domain sendiri! Dengan ini, saya resmikan domain blog saya, jreng… jreeeeng…


Saya berharap, dengan nama yang baru, menghasilkan semangat yang baru, dan tulisan-tulisan yang membuat teman-teman tersenyum. ^_^
 
Project kedua, Novel. 
Saat ini novel terbaru saya sedang dalam proses di dapur penerbit. Saya belum bisa kasih tahu judulnya, karena memang judulnya belum fix hehehe…, masih dalam tahap pendiskusian.
 
Saya akan share sedikit. Novel saya kali ini mengusung genre komedi romantis. Kenapa komedi? Karena memang dari awal saya fokus di ranah komedi. Saya sangat menikmatinya, writing to make people smile. Dan kenapa romantis? Karena saya romantis. *minta digebugin*. Tema percintaan enggak pernah usang di makan zaman kan? Selalu asyik untuk dibaca. Kapan-kapan saya bahas lebih lanjut tentang tema percintaan ini.
 
Novel ini berangkat dari ide yang sederhana. Kisah cintanya (mungkin) klasik, tapi delivery-nya itu lho, Dimas Abi banget. *ya iyalah, gue yang nulis*. Seperti biasa, banyak karakter ngehe, rese, dan bangke yang saya tampilkan. Semoga aja mampu menghibur teman-teman ya. #enggak sabar.
 
Kalau ada perkembangan tentang novel, akan segera saya update. So, jangan pindah chanel!

Semoga sukses.
_Abi With Love_

Saturday, 8 March 2014

Berkarya = Menggalau

Pernah nggak, kita membaca buku atau menonton film dan ketika sampai pada ending, kita misuh-misuh?

Damn, keren banget! Padahal ide ceritanya simple.

Pernah nonton Summer Time Machine Blues? Sebuah film tentang sekelompok anak muda yang menembus perjalanan waktu hanya untuk mencari remote AC yang hilang. Men, pake mesin waktu buat nyari remote AC, sederhana banget! Simple but cool, salah satu film Jepang terkeren yang pernah saya tonton.

Kalau di negri kita tercinta ini, film Janji Joni bisa dimasukkan. Ceritanya simple abis, tentang janji seorang pengantar roll film untuk selalu mengantarkan roll tepat pada waktunya. Dan setelah nonton itu saya menganga, film itu gokil banget, Men.

So, apa yang membuat ide sederhana bisa dieksekusi jadi karya yang ciamik?
Bisa jadi banyak hal, tapi menurut saya, ada satu hal utama di atas segalanya, yakni; masukkan kegalauan dalam ide tersebut. Ya, kegalauan (bukan keg4l4u4n), itu yang bikin sebuah karya punya ruh.

Coba lihat Janji Joni, Joko Anwar menaruh banyak kegalauanya tentang dunia film dari segala sisi. Pada bagian awal film kita udah disodorin kegalauan Joko tentang tipe-tipe penonton bioskop, kegalauan tentang tahap pembuatan film, dan berbagai kegalauan disuguhkan hingga akhir film, membuat film terasa padat bergizi.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa karya yang padat galau menjadi karya yang selalu menimbulkan kesan tersendiri bagi saya? Atau mungkin bagi kamu? Setuju atau nggak, karya atas dasar kegalauan adalah karya yang datang dari kejujuran. Ketika saya menikmati karya tersebut, saya merasa ada di dalamnya, saya merasa menjadi bagian di dalamnya, saya merasa ‘oh ini karya kok gue banget ya?’.
  

Akhirnya, mau ide kamu sederhana, rumit, klise, unik, atau apapun, tetap bisa menjadi sebuah karya yang ciamik ketika kamu menumpahkan kejujuranmu di sana, menuangkan kegalauanmu di sana. Kegalauan adalah pondasi utama, selebihnya tinggal menyusun dan merapihkan bangunan cerita kita.

Selamat mencoba. Selamat mencari kegalauan. ^_^

Hidup Galau!
_Abi with love_